“Keterbatasan tidak akan membatasimu untuk tetap berprestasi” Kalimat tersebut cocok sekali disematkan pada salah satu Mahasiswa Jurusan Kependidikan Olahraga (PKO) bernama llyas Rachman Ryandhani yang biasa dipanggil Ilyas. Mahasiswa semester 2 asal Kota Malang ini merupakan atlet dengan keterbatasan tuna rungu yang berprestasi dibidang Olahraga Bulutangkis. Ilyas telah memiliki segudang penghargaan yang ia raih sejak duduk dibangku SMK dan saat ini menjadi wakil Jawa Timur untuk Atlet Bulu Tangkis Tuna Rungu. Terakhir, dia menyabet tiga juara dunia pada ajang World Deaf Youth Badminton Championship Taiwan 2019 di nomor tunggal putra, ganda putra, sertya dan ganda campuran.

Dengan dukungan keluarga, tekat yang kuat dan giat berlatih, 14 tahun Ilyas menekuni cabang olahraga Bulutangkis ini. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita memang berusaha untuk melakukan sesuatu dengan baik. Ilyas membuktikan disamping keterbatasannya, dia dapat terus berprestasi di ajang insternasional.

Semoga Ilyas terus dapat mempertahankan bahkan menambahkan segudang prestasi untuk Indonesia dan menjadi motivasi untuk kita semua. . Ilyas BISA, ayooo kenapa kita tidak!!!